Ketahui Jenis dan Cara Kerja Server Hosting Untuk Kembangkan Usahamu

Web hosting adalah penggabungan menurut istilah web & hosting. Apabila diartikan satu persatu maka web adalah sebuah laman situs atau portal yang bisa diakses memakai sebuah pelaksanaan browser. Sementara itu, hosting adalah sebuah wadah yang dipakai buat menyimpan + laman web tersebut.

Adapun pada penyimpanannya, laman web akan diletakan pada sebuah komputer web server yg terhubung ke internet pada bentuk file data. Server-server yg dipakai buat menyimpan data web umumnya dikelola sebuah perusahaan yg khusus menangani penyewaan web hosting.

Perusahaan penyedia layanan web hosting umumnya disebut dengan webhost. Di Indonesia sendiri sudah sangat banyak sekali penyedia-penyedia layanan web hosting menawarkan penggunaan berbagai keunggulan & penawaran fitur-fitur yg berbeda antara perusahaan satu dengan yg lain. 

Adapun fitur-fitur yang membedakan antara perusahaan yg satu dengan yg lain adalah segi layanan misalnya besarnya kapasitas ruang penyimpanan, konektivitas dan data transfer pada penawaran paket hosting yang mereka sediakan. Nah, penyedia-penyedia tersebut terbagi ke dalam beberapa jenis server hosting. Berikut merupakan macam-macam server hosting tersebut.

1. Shared Hosting

Pertama mari berkenalan dengan Share hosting, sebuah server hosting yg bisa dipakai secara bersama-sama atau diklaim pula pada sharing. Pada server ini umumnya masih ada beberapa nama domain dengan kepemilikan yang bervariasi atau berbeda-beda. Adapun yang membedakan menurut penggunaan server ini merupakan account penggunanya yg mempunyai username & password yang berbeda. 

Nah, buat menyewa atau membeli server hosting ini sangatlah murah dibandingkan menggunakan jenis server yg lainya, jadi buat sobat pemula sangatlah cocok jika ingin menggunakan sekaligus menyewa server hosting yang satu ini.

Kelebihan:

  • Maintenance & administrasi server sebagai tugas penyedia hosting
  • Praktis bagi pemula (bahkan tidak wajib menguasai bahasa pemrograman)
  • Pre-configured server
  • Control panel yang intuitif
  • Murah

Kekurangan:

  • Sedikit atau sama sekali tidak bisa mengontrol konfigurasi server
  • Jika traffic tinggi pada website pengguna lain, maka hal tadi akan mempengaruhi  kinerja situs Anda.

2. Virtual Private Server

Selanjutnya, ada VPS (Virtual Private Server) hosting. Jika Anda menggunakan hosting ini, maka Anda masih berbagi server dengan pengguna lainnya. Akan tetapi, penyedia web hosting telah mengalokasikan beberapa bagian untuk Anda sendiri di server. Hal ini berarti Anda mendapatkan space server yang dedicated dan memperoleh sejumlah power computing dan memory. Selain itu, VPS hosting merupakan pilihan yang tepat bagi pengguna website bisnis yang trafficnya tinggi.

Kelebihan:

  • Space server yang dedicated (tanpa harus membeli server dedicated)
  • Meningkatkan traffic di website lain tidak berdampak bagi performa situs Anda
  • Akses root ke server
  • Scalability yang mudah
  • Dapat dikelola sendiri

Kekurangan:

  • Sangat mahal daripada shared hosting (untuk selengkapnya, lihat shared hosting vs VPS)
  • Harus menguasai informasi dan pengetahuan teknis terkait manajemen server

3. Cloud Hosting

Berikutnya ialah cloud hosting, paket yg paling terkenal pada pasaran lantaran jarang bahkan hampir tidak pernah mengalami gangguan seperti downtime. Menggunakan cloud hosting, Anda sanggup memakai sekelompok server. File & resource direplikasi pada setiap server. Ketika keliru satu server cloud sibuk atau bermasalah, maka traffic situs Anda akan secara otomatis pada-router ke server lainnya pada cluster.

Kelebihan:

  • Lebih scalable daripada VPS
  • Apabila server error sekalipun, belum tentu akan memengaruhi situs Anda
  • Sedikit bahkan jarang terdapat downtime
  • Alokasi resource sinkron atau sesuai permintaan
  • Cukup bayar sesuai yang Anda gunakan, tidak ada biaya lain-lain

Kekurangan:

  • Akses root belum tentu selalu tersedia
  • Biaya sulit diperkirakan

4. WordPress Hosting 

Berikutnya ada web hosting yang juga sangat populer terlebih dikalangan digital marketer. WordPress hosting bentuk lain atau versi berbeda dari shared hosting, yang spesifik buat pengguna website WordPress. Server dikonfigurasi secara spesifik buat WordPress & tersedia plugin  serta banyak sekali hal yang berguna untuk Anda siap digunakan, misalnya caching & keamanan. Lantaran konfigurasi telah sangat optimal, maka situs Anda akan loading lebih cepat & terhindar menurut kasus. Acap kali paket WordPress hosting menyertakan fitur tambahan terkait WordPress, tema WordPress yg pre-designed, drag-and-drop laman builder, & tool developer yg spesifik.

Kelebihan:

  • Murah (biasanya mempunyai kecenderungan harga menggunakan shared hosting)
  • Praktis bagi pemula
  • One-click WordPress installation
  • Performa yang baik buat situs WordPress
  • Customer support menguasai hal-hal seputar WordPress.
  • Terdapat plugin & tema WordPress yg pre-installed.

Kekurangan:

  • Khusus buat website WordPress  saja (sebuah kasus bila Anda ingin mengonlinekan website wordpress anda pada server lain, namun beberapa website Anda tidak memakai WordPress).

5. Dedicated Server

Jenis selanjutnya ialah  dedicated hosting. Dengan server hosting ini Anda sanggup mempunyai server fisik sendiri yang spesifik bagi situs Anda. Atas dasar itu, penggunaan dedicated hosting sangatlah fleksibel. Anda bisa mengkonfigurasikan sistem operasi & perangkat lunak yg ingin Anda gunakan, dan pengaturan hosting yang dapat disesuaikan dengan 

Kelebihan:

  • Kontrol penuh terhadap konfigurasi server
  • Performa yang dijamin tinggi (Anda tidak perlu membuatkan resource server menggunakan pengguna lain)
  • Akses root ke server
  • Keamanan terjamin

Kekurangan:

  • Mahal
  • Harus menguasai pengetahuan teknis terkait manajemen server

5. Colocation Server

Terakhir ada Colocation Server, sebuah server yg dipakai buat keperluan web host. Jadi jika Anda  ingin mempunyai bisnis web hosting maka sobat bisa menyewa colocation. Server buat mendukung bisnis sobat, tentunya harga yang ditawarkan sang pihak provider lebih mahal menurut jenis server yang sebelum-sebelumnya

Cara Kerja Web Hosting

Jika ingin membuat website, pertama Anda harus mencari perusahaan hosting yang menyediakan space server. Web host menyimpan semua file, aset, dan database pada server. Ketika seseorang mengetikkan nama domain ke kolom address browser, host akan mentransfer semua file yang dibutuhkan untuk menyelesaikan request.

Pada dasarnya, cara kerja web hosting hampir sama ketika Anda hendak menyewa rumah. Anda harus membayar biaya sewa setiap bulan agar server bisa berfungsi penuh.

Kemudian akun hosting Anda menyediakan antarmuka pengguna grafis sehingga Anda dapat mengelola setiap aspek yang ada di website Anda.

 Sebagai contoh, Anda bisa upload HTML dan file lainnya ke server, install sistem manajemen konten seperti WordPress, mengakses database, dan membackup situs Anda.

Walaupun platform hosting cPanel banyak digunakan web host, bagi sebagian user yang minim pengetahuan teknis, penggunaan tool canggih ini sedikit memusingkan. Karena itulah, untuk pemula atau yang tidak ingin ribet pilihlah layanan yang membuat control panel sendiri bagi para pengguna atau penyewanya. 

Selain menyediakan server space untuk website, penyedia web hosting juga menawarkan layanan lain terkait manajemen website, seperti:

  • Hosting email
  • Page builder
  • Sertifikat SSL (untuk mengamankan situs dengan menggunakan protokol https://)
  • One-click software install (misalnya, untuk WordPress atau Drupal)
  • Tool developer
  • Layanan bantuan pelanggan (bisa melalui live chat)
  • Backup website yang otomatis

Itulah informasi singkat terkait jenis dan cara kerja server hosting. Semoga bisa menambah pengetahuan Anda terkait web hosting. Selain itu, bisa menjadi pedoman Anda untuk memilih server hosting yang tepat.